“Berbisnis dengan Cinta”

“Berbisnis dengan Cinta ”

Surat kabar cetak maupun online memberitakan bahwa dolar menembus 14.000 rupiah,…wow kaya hotline call aja yaa….dengan berita tersebut dalam pemikiran kita sebagai pengusaha pasti panik ya mas bro dan mba bro?. Yup, pasti di kepala sudah terngiang ngiang kejadian akan tahun 1998 krisis ekonomi yang telah menghancurkan perekonomian bangsa yang saat itu rupiah mencapai di angka 16.650 perdolar, sudah terbayang akan memPHK beberapa orang untuk merampingkan cost operasional apabila tidak sejalan dengan penjualan karena berkurangnya daya beli masyarakat.

Ya begitulah bisnis selalu ada pasang dan surutnya, sebagai seorang usahawan kadang orang luar melihatnya enak, karena dalam gambaran seorang usahawan di kira mempunyai uang yang banyak untuk membeli apapun yang disukai tanpa beban dan juga sebuah harga kebanggaan diri sebagai seorang pebisnis. Padahal saat sales sedang turun karena situasi ekonomi, persaingan usaha atau masalah lainnya, akan membuat para usahawan pusing memikirkan mulut mulut karyawan beserta keluarganya yang mencari nafkah lewat usaha kita. Ada kalanya kita menyesali keputusan bisnis yang membuat kita sebagai usahawan terdampar di lautan ketidakpastian yang tak bertepi sehingga menanggung rugi besar dan membuat kita depresi ataupun tidak bisa tidur karena bingung menutupi kerugian tersebut. Seperti layaknya seorang Warren Buffet yang mencoba berinvestasi dalam saham di perusahaan Technology yaitu IBM, milyuner ini dalam sehari kehilangan duit sebesar yaitu $ 712,9 juta dolar atau 9 triliun rupiah akibat jatuhnya nilai saham IBM pada bulan juli 2015 kemarin…hmmm Kira kira tuh duit kalau di belikan kerajinan tulangnya mas Rozak dapet berapa ya?, ahay… iklan sponsor hehehehe.

Dalam masa kesusahan kita, yang harus di ingat adalah bahwa kita mempunyai orang orang yang selalu peduli dan penuh cinta kepada kita, jadikan motivasi bahwa orang orang yang mencintai kita tengah menunggu kesuksesan kita, karena itulah dalam berbisnis seyogyanya harus ada cinta di dalamnya. Dalam sebuah tulisan pakar marketing Indonesia yaitu Hermawan Kartajaya mengungkapkan bahwa kekuatan utama dalam menggerakkan bisnis kita adalah cinta, Jadi jika kita mencampurkan unsur cinta dalam cara cara bisnis kita, walhasil saat sedang terpuruk maka ada saja malaikat penolong yang membantu kita mengatasi kesulitan yang ada. Sesuai hukum Fisika Newton tentang Gaya bahwa setiap gaya aksi maka akan ada gaya reaksi sebanding dengan gaya aksinya. Sehingga apabila kita berikan cinta maka akan didapat juga sebaliknya, Tapi jangan salah artikan hukum gaya newton ini dengan jadi orang yang gaya gayaan ya…capek dehhh hehehehe..

Kekuatan cinta yang punya efek alam bawah sadar sangat besar, dapat menggerakkan seluruh alam semesta untuk memberikan ion ion positif kedalam tubuh kita sehingga di ketemukan solusi solusi terhadap masalah yang sedang di hadapi, yang mungkin miss terpikirkan oleh kita. Dan solusi tersebut dapat melalui seseorang atau saat sedang membaca buku atau mengikuti seminar, workshop atau lainnya. Disinilah kita sadar bahwa Tuhan yang maha esa itu menjawab doa doa kita dengan cara yang sangat misterius tanpa di duga oleh manusia yang fana.

Jika kita mengingat, saat sedang jatuh cinta dengan seseorang, hal hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dapat pula kita melawan rasa minder ataupun takut akan sesuatu hal, tapi tetap saja di lakukan. Sebagai contoh adakah yang teringat apel atau wakuncar pertama ke rumah si doi saat sekolah dulu, ingatkah saat sampe dirumahnya lalu di terima oleh bapaknya yang hhmmmm “tidak ramah” (bahasa sopannya galak….yee), si om lalu menanyakan pertanyaan yang kita menduga pasti ini sudah ada Standar Operational Procedure (SOP) dalam ngapelin anaknya yang telah tersusun rapi dalam kertas A4 rangkap empat,seperti mau kemana?, rumah kamu dimana?, naik apa ?, pulang jam berapa dll..(pengalamann nih yee hahahaha).., tapi yaa sebagai pejuang, tetap aja maju terus pantang pulang sebelum padam rindu di hati hehehehe, “yaa Begitulah cinta, deritanya tiada akhir “. Sehingga dapat di simpulkan apabila kita masukan unsur cinta dalam bisnis kita maka apapun yang terjadi kita akan terus berjuang untuk mencapai kesuksesan bisnis kita, dalam keadaan ekonomi yang bagus ataupun ekonomi yang sedang morat marit. Karena itulah cinta dapat menjadikan yang jauh menjadi dekat, yang berat menjadi ringan dan yang paling penting menjadikan yang teman menjadi keluarga….hahahaha.

Dalam menghadapi masa masa paceklik, keluarga ataupun teman teman yang mencintai kitalah yang kerap kali membantu secara motivasi, moral serta emosi… secara materil atau non materil, karena itulah pentingnya mengikuti atau bergabung dalam suatu komunitas selain menambah orang orang yang mencintai kita, kita dapat ilmu ataupun sekedar teman berdiskusi untuk mengeluarkan kita dari masalah masalah yang ada di dalam bisnis. Dan di komunitas TDA Jaktim inilah kita mendapatkan itu semua karena itulah kita sebut TDA Jakarta Timur adalah keluarga besar.

 

Oleh :

(mas kukuh)

2 Comments

  1. widih keren banget nih artikel. Sangat membantu dan menambah wawasan sayah

    Reply
    • terimakasih banyak pak David, sukses juga untuk anda.

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>